Jumat, 27 Juni 2008

Batin yang Belajar

Apakah yang kita maksud dengan belajar? Apakah terdapat belajar jika kita hanya sekadar menumpuk pengetahuan, mengumpulkan informasi? Itu satu jenis belajar, bukan? Sebagai mahasiswa teknologi, Anda belajar matematika, dan sebagainya; Anda belajar, memberikan informasi kepada diri Anda tentang subyek itu. Anda mengumpulkan pengetahuan untuk digunakan secara praktis. Belajar Anda bersifat kumulatif, menambah. Nah, jika batin sekadar mengambil, menambah, memperoleh, apakah itu belajar? Ataukah belajar itu sesuatu yang sama sekali lain? Saya berkata, proses penambahan yang sekarang kita namakan ’belajar’ ini bukan belajar sama sekali. Itu sekadar memupuk ingatan, yang menjadi mekanis; dan suatu batin yang berfungsi secara mekanis, seperti mesin, tidak mampu belajar. Sebuah mesin tidak mampu belajar, kecuali dalam arti menambah. Belajar adalah sesuatu yang lain sekali, seperti akan saya coba tunjukkan kepada Anda.

Sebuah batin yang belajar tidak pernah berkata, ”Saya tahu,” oleh karena pengetahuan selalu bersifat parsial, sedangkan belajar selalu lengkap selamanya. Belajar bukan berarti mulai dengan sejumlah pengetahuan tertentu, lalu menambahkan pengetahuan baru kepadanya. Itu sama sekali bukan belajar; itu proses mekanis murni. Bagi saya, belajar adalah sama sekali lain, saya belajar tentang diri saya dari saat ke saat, dan diri ini luar biasa hidupnya; ia hidup, bergerak; ia tidak punya awal, tidak punya akhir. Ketika saya berkata, ”Saya tahu diri saya,” belajar pun berhenti dalam timbunan pengetahuan. Belajar tidak pernah bersifat kumulatif; ia adalah gerak mengetahui yang tidak punya awal tidak punya akhir.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

saya coba komentar ini blog anaktangguh